@ Agustus 2009

Published 1 Agustus 2009 by sajulisa

AGUSTUS 2009

198623_4455355059710_1310761343_n
1. Lukas 11:28
Tetapi Ia berkata: “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.”
Alkitab ditulis untuk menjawab masalah manusia. Melalui Alkitab Allah memberikan prinsip kebenaran-Nya, agar manusia tahu kebenaran dan kesucian Allah
2. Mazmur 39:4
Hatiku bergejolak dalam diriku, menyala seperti api, ketika aku berkeluh kesah; aku berbicara dengan lidahku:
Kebiasaan terbesar saat menghadapi tantangan adalah tanpa sadar kita menjadi pengeluh, dan dengan mudah mempengaruhi orang lain terbawa untuk juga menjadi pengeluh.
3. 1Yohanes 5:1
Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga dia yang lahir dari pada-Nya
Kasih peka atas penderitaan. Kasih memberi ketenteraman jiwa, kasih menghasilkan sukacita, kasih itu doa. Kasih mengungkapkan kedamaian, menciptakan kebahagiaan.
4. Yakobus 2:20
Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?
Memberitakan firman Allah bagi orang lain jika tidak sebagai pelaku dari apa yang kita katakan, artinya kita melakukan penipuan dan sedang mengalami kekosongan rohani
5. 2 Timotius 4:5
Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!
Menjadi Kristen tidak menjamin mendapatkan hal yang enak saja, disitu juga ada; kepatuhan mutlak, pelayanan, peperangan, penderitaan, kesedihan juga kemiskinan.
6. 1 Yohanes 1:8
Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.
Sengaja dan selalu melakukan dosa, menjadikan kita lupa kepada kebenaran-Nya. Kita perlu sadar bahwa setiap orang harus bertanggung jawab atas tindakannya di hadapan Tuhan.
7. Kejadian 2:1
Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya.
Alam semesta diciptakan Tuhan agar manusia dapat menikmati karya-Nya, Tuhan ingin agar manusia mampu mewakili Dia dalam mengatur, mengelola semua yang ada dalamnya.
8. Amsal 4 : 23
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
Prilaku, karakter, sikap dan cara pandang kita bersumber dari hati, apa yang keluar dari mulut juga bersumber dari hati. Setiap detail dari kehidupan kita bersumber dari hati.
9. Matius 23:5
Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang;
Kebiasaan prilaku beragama yang kurang benar adalah menganggap: pendapat dan perhatian dari manusia jauh lebih penting dan lebih disukai dari pada kehendak Allah.
10. Yohanes 13:34
Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.
Mampu menganjurkan orang lain agar melakukan tindakan kasih, tetapi kita secara pribadi tidak menyatakan kasih yang menyentuh dan memulihkan kehidupan sesama.
11. Roma 8:39
atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
Iman kepada Kristus menempatkan umat percaya menjadi milik Kristus; hanya Kristus yang berhak mengendalikan dan menyelamatkan setiap kehidupan umat percaya.
12. Lukas 11:44
Celakalah kamu, sebab kamu sama seperti kubur yang tidak memakai tanda; orang-orang yang berjalan di atasnya, tidak mengetahuinya.
Berpakaian rapi, menghadiri kebaktian, melakukan hal yang menandakan bahwa kita adalah orang yang saleh dan takut akan Allah, bukanlah jaminan bahwa kita memiliki iman yang benar
13. Kisah Para Rasul 11 : 21
Dan tangan Tuhan menyertai mereka dan sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan.
Sebagai orang kristiani kita harus meniru kehidupan orang kristen dimasa awal terbentuknya, mereka menyandarkan total seluruh kegiatannya berdasarkan firman-Nya dan kuasa-Nya.
14. Matius 10:37
Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.
Mengikut Yesus harus dapat mematikan setiap kehendak dan keinginan kedagingan kita, rela hati melepaskan harta, meninggalkan semua yang kita kasihi dan memberikan seluruh hidup kita.
15. Matius 22:37
Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
Tindakan luhur, paling indah dan memberikan kebahagiaan hati dan jiwa adalah jika kita sungguh benar tulus mengasihi Allah, mengasihi Dia adalah tindakan yang paling mulia.
16. 1 Yohanes 4:20
Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.
Alkitab mengajarkan agar kita mengasihi sesama, kasih yang berasal dari Allah adalah kasih yang suci. Tidak mungkin dapat mengasihi Tuhan jika kita masih memiliki kebencian terhadap orang lain.
17. Matius 22:37
Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu
Mengasihi Allah harus dari lubuk hati dan diwujudkan dalam tingkah laku kita sehari-hari. Mengasihi Allah berarti juga mengasihi semua ciptaan-Nya, tidak terkecuali musuh kita.
18. Yohanes 15:17
Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.”
Mungkin kita termasuk yang melupakan kasih, sangat menjunjung tinggi ego, ambisi dan membenarkan diri dengan mengambil semuanya itu untuk kepentingan diri sendiri.
19. Roma 5:5
Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.
Kita sudah menerima keselamatan, Allah bukan hanya menganugerahkan keselamatan, dikaruniakan-Nya juga Roh Kudus yang memberikan kemampuan bagi kita untuk mengasihi Allah
20. Yohanes 13:31
Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: “Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia.
Makna pengertian “Anak Manusia akan dipermuliakan” justru dimaksudkan oleh Tuhan Yesus untuk menunjuk kepada peristiwa penderitaan dan kematian yang akan dialami-Nya.
21. Roma 8:28
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Hendaklah setiap kita mengambil sikap patuh, mencari kehendak Tuhan yang sempurna. Hidup didalam kehidupan yang sesuai dengan teladan kebenaran dan kesucian-Nya.
22. Roma 12: 12
Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!
Menjadi pelaku firman-Nya dan mewujudkannya dalam kehidupan, membuat kita kaya akan kebajikan, kuat dalam pengharapan, menjadi sabar untuk mampu bertahan dalam kesesakan.
23. Matius 23:12
Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.
Jangan jadi pembohong, mengajarkan kebenaran agar setiap orang berperilaku benar, namun dirinya tidak menjadi pelaku kebenaran-Nya. Kebohongan yang tidak disukai Tuhan.
24. Matius 7:12
Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.
Harus peka atas reaksi yang muncul terhadap sikap, tindakan dan ucapan disekeliling kita, sebab tindakan orang lain terhadap kita merupakan cerminan dari tindakan kita kepada mereka.
25. Yohanes 13:3
Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah.
Yesus tidak pernah sekalipun menggunakan kuasa-Nya demi kepentingan pribadi. Ia menganggap kuasa-Nya sebagai sesuatu yang dipakai hanya untuk melayani orang lain.
26. Yohanes 1:29
Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.
Firman-Nya memberitakan dan mengajarkan dengan jelas kepada kita bahwa manusia harus dan hanya memandang kepada satu oknum, satu pribadi yaitu Yesus Kristus.
27. Roma 11:33
O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!
Segala sukacita, kemampuan, kepandaian, kekayaan, kekuasaan dan apa saja yang sudah kita miliki, semuanya merupakan anugerah-Nya. Tidak ada yang dapat kita banggakan dihadapan-Nya!
28. Amsal 1:33
Tetapi siapa mendengarkan aku, ia akan tinggal dengan aman, terlindung dari pada kedahsyatan malapetaka.
Allah membiarkan kita menderita dan kebingungan dalam ketidak tahuan. Semuanya pasti terjawab sepenuhnya, disaat kita bertemu berhadapan dengan Kristus di dalam kemuliaan.
29. Amsal 29:11
Orang bebal melampiaskan seluruh amarahnya, tetapi orang bijak akhirnya meredakannya.
Dalam usaha mengatasi kemarahan, kita harus menyadari bahwa setiap orang berhak memiliki pendapatnya sendiri dan hidupnya harus ditandai oleh kehormatan dirinya.
30. Amsal 25:28
Orang yang tak dapat mengendalikan diri adalah seperti kota yang roboh temboknya.
Untuk mampu mengendalikan diri diperlukan sebuah proses, tidak semudah membalik telapak tangan. Penguasaan diri dan disiplin diri adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan!
31. Wahyu 3:20
Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.
Ketika berdoa, ijinkan Yesus masuk ke dalam hati, Ia akan hidup bersama kita. Kita tidak perlu menjadi kesepian dan tertolak, melalui doa kita dapat hidup dekat bersama Dia.

Posted in: 1

%d blogger menyukai ini: